Senin, 12 Januari 2009

Dukung Undang - Undang Pornografi Yuk ... !!

Assalamu'alaikum Ikhwan Wal Akhwat Fillah ???

Btw nih, dah pada denger belum berita disahkannya Undang-Undang Pornografi beberapa bulan yang lalu ?. Sebagai warga Negara yang baik dan peduli terhadap nasib bangsa, kita kudu mendukungnya donk, why ? ... karena ini adalah suatu moment yang sangat penting bagi penegakan hukum dan norma di Indonesia. Para pemuka agama dan mayoritas masyarakat di Indonesia sekarang bisa bernafas lega, karena Undang-Undang ini diharapkan mampu mencegah segala tindak kejahatan asusila dan kriminalitas dalam masyarakat.

Segala isu dan berita negatif yang sengaja disebarkan oleh beberapa kalangan tertentu untuk menolak Undang-Undang Pornografi ini sebenarnya sangat tidak terbukti kebenarannya, karena isi dari Undang-Undang ini sama sekali tidak memuat larangan terhadap hal hal yang sudah menjadi budaya atau tradisi suatu daerah. Tidak hanya agama Islam, seluruh ajaran agama di Indonesia pun pasti tidak ada yang mengajarkan kepada para pemeluknya untuk melakukan hal-hal yang dapat melecehkan dan mengeksploitasi anak-anak dan kaum wanita. Ya khan ?

Sebenarnya Undang-Undang Pornografi ini lebih menitikberatkan pada penyebaran dan pencegahan industri pornografi di Indonesia yang sudah sedemikian merajalelannya, yang mana korban terbesarnya adalah anak-anak dan kaum wanita. Jika kita lihat lagi, negara sekuler seperti Amerika saja sudah mempunyai Undang -Undang semacam ini, tetapi Negara Indonesia yang dianggap relijius justru baru mengatur masalah ini.

Nampaknya, yang melatarbelakangi dibuatnya Undang-Undang tersebut di Amerika, tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di Indonesia. Di Amerika, ada 7 dari 10 wanita melakukan hubungan seksual sebelum berusia 14 tahun, dan 6 dari 10 wanita berhubungan seksual sebelum berusia 15 tahun. Mereka mengaku melakukan seks pertama kali karena dipaksa. Di Amerika Serikat, 1 dari 4 remaja yang aktif secara seksual terinfeksi penyakit seksual menular setiap tahunnya. Beberapa penyakit seksual menular yang terbanyak adalah chlamydia, gonorrhea (raja singa), genital warts (juga disebut HPV - human papillomavirus), dan herpes.

Hasil riset membuktikan, bahwa kasus-kasus tersebut ditemui di sejumlah negara dikarenakan tidak adanya peraturan yang tegas dari pemerintah dalam mengatur berbagai penayangan berita di media-media informasi, seperti majalah, tabloid, televisi, dan internet. Padahal, konsumen utama pornografi tersebut adalah remaja laki-laki berusia 12 sampai 17 tahun. Nah, Saudaraku , jika para pemuda yang merupakan generasi penerus bangsa ini sudah memiliki mental dan kepribadian yang buruk, truss gimana donk dengan nasib bangsa ini ?

Sebagai seorang muslim, mari kita kembali ke Qur'an dan sunnah, karena apa yang telah Allah larang bagi kita sebenarnya untuk kebaikan kita juga. Ingatlah Hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Ahmad, “ Umatku masih dalam keadaan baik selagi perbuatan zina tidak melanda mereka. Apabila perbuatan zina sudah merajalela diantara mereka, maka Allah akan menurunkan siksa-Nya kepada mereka semua. ” Na'udzubillahi min dzalik !


By : azzahroe_jannah@yahoo.com


Peranan Teknologi Informasi di dunia Pendidikan

Dunia Pendidikan di Indonesia telah mengalami perkembangan yang luar biasa. “ Pendidikan ” sudah menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat Indonesia. Berbagai fasilitas yang disediakan oleh Pemerintah, sangat mendukung dalam pelaksanaan program pendidikan di Indonesia. Seperti halnya fasilitas Teknologi Informasi khususnya internet saat ini memiliki peranan yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Pada saat ini, pemanfaatan internet dalam dunia pendidikan di Indonesia masih berada pada level perguruan tinggi, dan itupun belum merata. Sedangkan pada level SD sampai dengan SMU/SMK, pemanfaatan internet masih sangat minim dan terbatas pada daerah perkotaan yang sudah memiliki jaringan atau koneksi internet. Dilain pihak dalam dunia pendidikan, dihadapkan pada kendala bahwa metode pembelajaran konvensional yang diterapkan saat ini sudah tidak memenuhi kebutuhan dunia pendidikan yang ada.

Dengan diselenggarakannya program pendidikan jarak jauh seperti Program Belajar Paket A dan Paket B, SMP Terbuka yang didirikan pada tahun 1979, Universitas Terbuka sejak tahun 1984, serta pendidikan guru tertulis pada tahun 1955, dan program pendidikan dan pelatihan jarak jauh di berbagai departemen, termasuk usaha menuntaskan program Wajar 9 tahun dengan memakai sistem pendidikan jarak jauh, adalah fakta bahwa pendidikan konvensional (tatap muka) tak mampu lagi memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat hampir di semua jenis dan jenjang. Keterbatasan ini dikarenakan oleh beberapa kendala, di antaranya :

    • Kendala dari pihak pemerintah yaitu terbatasnya dana untuk menambah lahan, gaji tenaga pengajar, serta terbatasnya sumber daya manusia yang akan menjadi pengajar pada institusi yang akan dibangun.

    • Kendala dari pihak peserta belajar (masyarakat) itu sendiri yaitu, selain jauhnya jarak tempat tinggal dengan pusat sekolah, juga sebagian besar di antara mereka telah bekerja.

Guna menjembatani ketimpangan dan kelemahan diatas, maka kehadiran teknologi informasi, terkhususnya internet sangat penting dan mutlak dalam memenuhi kebutuhan dalam dunia pendidikan. Sebagai suatu kebutuhan, maka kehadiran internet pada dasarnya sangat membantu dunia pendidikan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih kondusif dan interaktif. Dimana para peserta didik tidak lagi diperhadapkan dengan situasi yang lebih konvensional, namun mereka akan sangat terbantu dengan adanya metode pembelajaran yang lebih menekankan pada aspek pemakaian lingkungan sebagai sarana belajar.

Oleh karena itu, Elangoan, 1999, Soekartawi, 2002; Mulvihil, 1997; Utarini, 1997, dalam soekartawi (2003), menyatakan bahwa internet pada dasarnya memberikan manfaat antara lain :

    • Tersedianya fasilitas e-moderating di mana guru dan siswa dapat berkomunikasi secara regular atau kapan saja, tanpa dibatasi oleh jarak, tempat dan waktu

    • Guru dan siswa dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur dan terjadual melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa jauh bahan ajar dipelajari

    • Siswa dapat belajar atau me-review bahan ajar setiap saat dan di mana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.

    • Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat langsung melakukan akses di internet secara lebih mudah dan mendapatkan bahan-bahan yang selalu up- to date.

    • Baik guru maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.

    • Berubahnya peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif

    • Relatif lebih efisien. Misalnya bagi mereka yang tinggal jauh dari perguruan tinggi atau sekolah konvensional, bagi mereka yang sibuk bekerja, bagi mereka yang bertugas di kapal, di luar negeri, dsb-nya.

Manfaat internet pada dasarnya tidak terlepas dari kekurangan-kekurangan yang ada. Hal ini sangat tergantung pada institusi pendidikan, apalagi jikalau metode ini dipergunakan maka akan berimplikasi pada :

    • Ketersediaan sarana pendukung yang harus menunjang

    • Ketersediaan jaringan internet yang memadai

    • Perlu pula didukung oleh tingkat kecepatan yang memadai.

    • Ketersediaan tenaga yang mengetahui dan memiliki ketrampilan soal-soal internet

Berdasarkan pemahaman diatas, maka nampaklah bagi kita bahwa internet pada dasarnya memiliki peranan yang cukup besar dan sangat penting dalam pengembangan pendidikan. Namun hal ini juga perlu ditunjang oleh ketersediaan sarana-prasarana yang mendukung, serta kesiapan pendidikan dan peserta didik untuk beradaptasi dengan teknologi internet. Oleh karena itu, sudah saatnya kita perlu memikirkan pemanfaatan teknologi informasi internet dalam setiap pengembangan kurikulum dan bahan pelajaran di setiap sekolah.



By : azzahroe_jannah@yahoo.com



Sumber :

Soekartawi, 2003., Prinsip Dasar E-learning : Teori dan Aplikasinya di Indonesia, Jurnal Teknodik, Edisi No.12/VII/Oktober/2003

Asep Saepudin, 2003, Penerapan Teknologi Informasi dalam Pendidikan Masyarakat, Jurnal Teknodik, Edisi No.12/VII/Oktober/2003






Perkembangan Teknologi Informasi

Teknologi informasi saat ini telah mengalami perkembangan yang cukup pesat, hingga memasuki setiap dimensi aspek kehidupan manusia. Seperti halnya teknologi informasi berbasis komputer telah memberikan peranan yang besar dalam pengembangan keilmuan, ekonomi, hukum, politik, dsb. Hal itu dikarenakan teknologi informasi berbasis komputer dapat menggantikan peran manusia, dalam hal ini dapat melakukan otomasi terhadap tugas atau proses; memperkuat peran manusia, yakni dengan menyajikan informasi terhadap suatu tugas dan proses; berperan dalam restrukturissi terhadap peran manusia, dalam melakukan perubahan-perubahan terhadap kumpulan tugas dan proses.

Berdasarkan pemaparan dari peran teknologi informasi tersebut, semakin jelaslah jika kehadiran teknologi informasi telah memberikan kekuatan dan merupakan potensi besar jikalau dimanfaatkan dengan baik. Mengacu pada paparan diatas, dapat kita ketahui bahwa peranan teknologi informasi khususnya internet telah memberikan kontribusi yang besar. Roy suryo, telah memberikan gambaran kepada kita bagaimana teknologi informasi telah memainkan peranan yang penting dalam suatu komunikasi informasi, yaitu :

    • Pada tahun 50-an, media komunikasi yang dipakai adalah jam dan kura-kura,

    • Pada tahun 50-an s.d 70-an, media yang dipergunakan adalah surat dan teleks,

    • Pada tahun 70-an s.d 90-an, media yang dipergunakan adalah telephon dan faks, dan

    • Pada tahun 90-an sampai sekarang, media yang dipergunakan adalah ponsel (HP), PC (komputer), dan internet.

Berdasarkan data statistic Indonesia, terlihat bahwa khususnya di Indonesia, terdapat 11,5 juta orang yang melakukan akses internet atau 5,2% dari total penduduk Indonesia. Hal ini memberikan gambaran kepada kita bahwa pertumbuhan penggunaan internet di seluruh Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat dan sudah menjadi suatu kebutuhan utama bagi setiap orang.

Namun, berdasarkan statistic dunia, pada saat ini, Indonesia masih memiliki prosentasi penduduk yang cukup rendah dalam penggunaan internet. Hal ini disebabkan karena keterbatasan sumberdaya yang ada dan ketersediaan perangkat pendukungnya.

Dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, Indonesia masih berada dibawah Singapura, Philiphina, Malaysia, dan Thailand. Hal ini disebabkan karena Indonesia merupakan negara yang memiliki populasi penduduk terbesar dan merupakan negara kepulauan serta memiliki pendapatan perkapita yang masih rendah.

Teknologi informasi, khususnya internet memiliki peranan yang sangat penting dalam setiap dimensi kehidupan. Internet memberikan kontribusi yang sangat besar dalam membantu setiap dimensi yang ada untuk selalu mendapatkan informasi yang up to date. Jaringan internet merupakan salah satu jenis jaringan yang popular dimanfaatkan, karena internet merupakan teknologi informasi yang mampu menghubungan komputer di seluruh dunia, sehingga memungkinkan informasi dari berbagai jenis dan bentuk informasi dapat dipakai secara bersama-sama.



By : azzahroe_jannah@yahoo.com



Sumber :

Notodirojo, KMRT, Roy, Suryo, 2005., Teknologi Internet Mobile, Seminar Nasional Internet Mobile – Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi – UKSW

Kadir, Abdul, 2003., Pengenalan Sistem Informasi, Andi Jokjakarta